Tuesday, August 29, 2017

Tiket Kereta Online dan Tips penting yang Harus Diperhatikan dalam Pembeliannya



Tiket Kereta Online dan Tips penting yang Harus Diperhatikan dalam PembeliannyaDijaman yang serba modern seperti sekarang ini tidaklah sulit untuk memesan atau membeli tiket angkutan umum. Banyak sekali jenis alat transportasi umum yang ada di Indonesia ini dari mulai darat laut dan udara. Salah satu alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah kereta api, selain lebih cepat juga tidak kenal macet. Apalagi kelebihan lain yaitu sekarang bisa mendapatkan tiket kereta online dengan mudah. Ya, karena pembeliannya melalui internet jadi semua memang lebih mudah, cepat dan juga gampang. Maka dari itu seseorang tidak lagi diharuskan untuk pergi ke loket di stasiun dan mengantri saat pembelian tiket kereta.
Thursday, August 17, 2017

Stasiun Ambarawa Semarang : Apa Pun Maknanya, Perpisahan Tetaplah Menyakitkan


Stasiun Ambarawa Semarang : Apa Pun Maknanya, Perpisahan Tetaplah MenyakitkanMelankolis banget nggak sih, judul dari trip saya di Semarang ini? Banget. Meskipun jalan-jalannya bulan April lalu, saya baru menulisnya sekarang. Dan pas banget saat hati saya sedang berantakan (kayak isi kamar saya). Iya, saya sedang patah hati. Saya tulis, sengaja, biar bertahun-tahun kemudian saya tahu. Saya sedang patah hati hari ini. Kemarin, saya baru saja melakukan perpisahan yang saya harapkan tak pernah terjadi. Seperti postingan kali ini, mengenai perpisahan dengan Semarang dan partner perjalanan saya Siti.

Jadi hari terakhir kami di Semarang itu, sebenarnya besok-nya, ketika kami check out dari hotel pagi-pagi. Tetapi, bagi saya perpisahan sebenarnya adalah hari ini – 30 April 2017, di mana hari terakhir di bulan itu. Dan, hari  terakhir di Semarang ini pun, membuat kami benar-benar kelelahan- terutama saya. Bahkan, saya dan Siti sempat sebel-sebelan, lantaran terjadi sesuatu yang membuat waktu kami habis hanya dalam perjalanan.
Thursday, August 3, 2017

5 Varian Baru Tokyo Bowl Hokben ~ Cara Nikmat Terbang ke Tokyo


5 Varian Baru Tokyo Bowl HokbenSalah satu restoran cepat saji yang saya sukai adalah Hoka-Hoka Bento, yang kini lebih dikenal dengan Hokben. Alasan kenapa saya suka karena ada salad gobis dan wortel yang dipadukan dengan mayones yang nikmat. Rasanya segar dan tak ada duanya. Selain salad tersebut, alasan lain juga karena nasinya yang pulen, wangi, dan enak. Kalau dibilang saya tak suka makan nasi putih, tapi kalau nasi di Hokben nggak pernah nolak saya.

Selain alasan utama di atas, alasan lain adalah karena Hokben memberikan menu dengan harga terjangkau, tetapi menu yang lengkap. Seperti Value Set yang sering saya pesan, dengan harga Rp. 25.000, saya sudah bisa makan enak dengan lauk, nasi, salad, sup dan minuman pula. Mana tempatnya bergengsi dan dikenal banyak orang lagi – biar kekinian.
Wednesday, August 2, 2017

Masjid Agung Jawa Tengah, Pagoda Avalokitesvara, dan bermalam minggu di Waroeng Semawis


Masjid Agung Jawa Tengah, Pagoda Avalokitesvara, dan bermalam minggu di Waroeng Semawis Hari kedua kami di Semarang, termasuk pengalaman yang cukup membuat saya “uh?”, yang tak akan pernah saya lupakan. Sedikit kesal iya, sedikit nggak ngerti iya, dan malunya banyak. Nanti bakalan saya ceritakan pada bagian ini, jadi silakan baca sampai habis. Karena, pengalaman ini saya rasakan sendiri dan hampir satu bulan tak ada orang yang tahu. Mungkin, jika kalian orang pertama yang membaca postingan ini, adalah orang pertama yang tahu. Bahkan, Siti partner mbolang ke Semarang saja tidak tahu, kenapa saya seharian menjadi bete pakai banget.

Sebenarnya, cerita di blog ini pun saya agak-agak malu, tetapi saya ingin pengalaman saya bisa menjadi pelajaran untuk orang lain. Serius, saat itu saya benar-benar merasa hina dan tak pantas untuk hidup *mulai lebai*.

Hari itu, kami tidak manja dengan langsung naik taksi online, tetapi kami berjalan dari hotel ke arah jalan raya. Di sana, saya mampir ke mini market membeli susu beruang, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah kanan menuju halte Trans Semarang yang berada di dekat pasar. Jadi, hotel yang saya tinggali dekat dengan jalan raya, indomaret, pasar dan halte Trans Semarang. Selain halte, di pasar tersebut juga banyak angkot.
Thursday, May 18, 2017

Dari Kota Lama, kami menuju Lawang Sewu dan Klenteng Sam Poo Kong


Dari Kota Lama, kami menuju Lawang Sewu dan Klenteng Sam Poo Kong Kaus yang saya kenakan adalah kaus yang sama yang saya kenakan ketika berangkat dari rumah menuju Surabaya, kemudian Semarang. Begitu pula dengan tas ransel – yang beratnya berkilo-kilo – masih saya panggul lewat kedua bahu saya. Tak ketinggalan tas cokelat rumbai-rumbai tersilang melewati dada. Usai dari tempat foto akar-akar, kami berbelok ke arah kiri dan menuju halte Trans Semarang. Kami bertanya kepada salah seorang perempuan yang akan naik bus juga, bagaimana cara menuju Lawang Sewu. Salah satu bangunan yang menjadi ikon kota Semarang. Pun bangunan yang terkenal akan hal-hal di luar nalar.

Halte Trans Semarang yang dekat dengan Kota Lama ini, berupa bangunan dari besi. Tidak terlihat kokoh dan memang ketika saya naik, bangunan tersebut bergoyang. Mungkin, tak banyak yang naik Trans Semarang dari sini, sehingga halte dibangun asal ada.

Bus yang harus kami tumpangi pun datang. Ini kali pertama saya naik BRT. Tinggi bus dan pintu sejajar dengan halte, sehingga kami cukup melangkah untuk masuk. BRT amat lenggang, hanya ada kami berlima – termasuk kernet bus dan sopir -. Kursi BRT ditata di tepi-tepi dengan bagian tengah untuk orang berdiri. Ada pegangan yang menggelantung di atas sana. Kami membayar tiket Rp. 3500-, untuk turun di Balai Kota Semarang. Kami harus turun di sana, untuk menuju Lawang Sewu.
Saya menarik napas lega, karena punggung saya terbebas dari tas ransel yang berisi pakaian serta keperluan saya selama empat hari di Semarang, meskipun hanya sejenak. Karena, tak lama kemudian kami sudah sampai di Balai Kota.