Saturday, April 4, 2020

5 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Di Rumah Saja




Sejak tanggal 16 Maret lalu, pemerintah pusat menetapkan atau mengimbau kita untuk di rumah saja, kalau tidak ada kepentingan mendesak. Hal ini, berdampak banyak untuk semua orang. Anak-anak sekolah diliburkan dan diganti belajar di rumah; dengan tugas-tugas. Para pekerja kantoran diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home. Tentu, tak semua orang bisa melakukan banyak hal di rumah, sebab ada beberapa orang yang mengharuskan tetap bekerja, misalnya dokter, perawat, dan pekerja lainnya.

Sedih sih, tetapi ini yang terbaik untuk kita bersama di mana di luar sana Covid-19 masih terus berkembang biak. Doakan semoga segera selesai. Dia segera punah. Sebab, adanya virus corona ini membuat kita tak bisa jalan-jalan, apalagi traveling sambil kuliner.

Dampak lain dari #dirumahsaja, banyak orang yang memiliki waktu lebih lapang. Menghabiskan waktu di rumah, membuat kita lebih kreatif, yakni dengan melakukan atau mempraktikan ide-ide yang ada.

Di bawah ini merupakan ide-ide sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah, selama masa karantina mandiri.
Tuesday, March 10, 2020

Menikmati Street Boba di Jalan Tunjungan Surabaya



Boba merupakan bahan makanan yang terbuat dari tepung tapioka, yang dibentuk bulat berukuran lebih besar dari mutiara (makanan). Boba sedang naik daun untuk campuran minuman. Saya menemukan banyak minuman yang menyajikan bersama boba. Terkadang, boba menjadi topping untuk tambahan. 

Pada Jum’at lalu, salah satu minuman boba yang cukup terkenal, membuka gerainya di Surabaya. Gerai tersebut cukup berani menurut saya, karena layaknya sebuah kafe yang menjual minumannya. Tapi, kali ini, kafe tersebut hanya menyediakan beberapa macam minuman dengan campuran boba. Tentu, bobanya bermacam-macam. 

Tak hanya minuman boba, gerai ini juga menyediakan camilan berupa donat dengan beberapa varian topping. Sayangnya, ketika pembukaan Street Boba di Jl. Tunjungan Surabaya, mereka kehabisan, sehingga saya tak bisa ikut mencicipinya.

Saya memesan tiga varian Street Boba dari 7 varian yang mereka miliki. 

Menu Varian Street Boba dan Harga Street Boba Surabaya


Monday, February 3, 2020

Rumah Makan Sendang Raos; Makanan Enak di Trawas Mojokerto


Rumah Makan Sendang Raos Trawas Mojokerto, merupakan rumah makan langganan keluarga saya. Kami sudah menjadikan rumah makan tersebut langganan sejak tahun 2009. Sudah sekitar sepuluh tahun lamanya, dari mulai saya masih kuliah sampai sekarang sudah bekerja. Keluarga kami tak pernah bosan ke sana, meskipun menu makanannya tidak banyak. Kamipun kalau memesan ya, itu-itu saja. Namun, kami selalu senang ke sana, sebagai tempat penyegaran bersama keluarga.

Sebelumnya, saya sudah menuliskan mengenai rumah makan Sendang Raos Trawas ini di sini. Nah, saya akan memperbarui tulisan saya, karena bangunannya ada beberapa perubahan. Tapi, untuk suasana tetap menyenangkan ya. 
Wednesday, November 6, 2019

Rekomendasi Kuliner Enak di Malioboro



Jalan Malioboro Yogyakarta, nampaknya menjadi salah satu tempat yang sangat wajib dikunjungi ketika ke Jogja. Seakan-akan, kita belum ke Jogja kalau belum ke Jl. Malioboro. Bahkan, ada teman saya yang mampir ke Jogja sebentar dan mengunjungi Jl. Malioboro serta berfoto di papan jalan fenomenal – yang sangat jarang sepi – di sana.

Tentunya, postingan ini tidak membicarakan mengenai papan jalan tersebut, meskipun saya berhasil berfoto di sana ketika mengunjungi Malioboro pagi-pagi, hihi. Yang akan saya bahas yakni mengenai kuliner di Malioboro.

Tak hanya pakaian; batik, kemeja, gamis, dll, di Malioboro juga menyediakan banyak kuliner yang sangat sayang kalau dilewatkan. Tentu saja, kuliner-kuliner enak di Malioboro memiliki waktu tersendiri. Oleh sebab itu, posting-an ini akan saya bagi menjadi dua yakni; kuliner siang di Malioboro dan kuliner malam di Malioboro.
Wednesday, July 31, 2019

Gudeg Mbah Lindu, Gudeg Dekat Malioboro yang Pedas

Sebelumnya, saya mengatakan akan bercerita mengenai mencicipi gudeg Yu Djum di Jl. Wilijan. Akan tetapi, saya sudah pernah mengulasnya di sini – meskipun bukan yang di Jl. Wilijan. Dan, setelah kami makan gudeg, saya dan Arum berjalan kaki dari Jl. Wilijan ke Alun-Alun Kidul. Memangnya, nggak jauh? Lumayan, sekitar 10 sampai 15 menit berjalan kaki.

Menyenangkan sekali berjalan kaki di Jogja. Apalagi, ketika berjalan kaki dari Jl. Wilijan ke Alun-Alun Kidul. Apabila jalan kaki di Malioboro, kamu akan menemui gedung-gedung, hotel, penjual batik, dll. Berjalan dari Jl. Wilijan ke arah Alun-Alun Kidul, yang akan kamu temukan adalah bangunan-bangunan kuno; rumah-rumah tua. Trotoar pun cenderung sepi, hanya lalu lintas pada jalan saja yang cukup ramai.

Baiklah, dua paragraf di atas hanya sedikit bercerita mengenai akhir perjalanan kami pada hari itu. Esoknya, hari terakhir kami di Yogyakarta. Lagi-lagi, kami menghabiskan waktu di Jl. Malioboro. Nah, pada pagi itu, sekitar pukul setengah 10, kami memutuskan untuk mencicipi Gudeg Mbah Lindu, yang ternyata sangat dekat dengan Jl. Malioboro.