Monday, November 27, 2017

Nasi Bebek Sayang Anak Cak Yudi


Nasi Bebek Sayang Anak Cak Yudi - Saya akan menulis beberapa pengalaman kuliner yang saya lakukan di Surabaya. Ya, karena untuk sementara waktu saya akan sibuk dengan memotret makanan di Surabaya. Rasa-rasanya, karena seringnya saya motoran di jalanan Surabaya, lama-lama batu kerikil tepi jalan pun akan mengenal saya.

Ini merupakan list vendor kedua dan merupakan salah satu vendor yang membuat saya mengeluh tak habis-habis. Bukan karena masakannya yang luar biasa nikmat apalagi luar biasa tidak enak, melainkan karena lokasinya yang luar biasa jauh sekali. Tapi, namanya pekerjaan ya, harus diselesaikan mau tak mau.

Usai dari Speed Resto yang berada di Tambak Sari, saya langsung melanjutkan perjalanan ke Nasi Bebek Sayang Anak Cak Yudi. Melihat dari Google Map, lokasinya tidak jauh dari Speed Resto, sehingga saya sekalian ke sana. Menurut informasi di internet Bebek Sayang Anak Cak Yudi ini buka setengah tiga sore. Saat itu ketika masih di Speed Resto jam masih menunjukkan pukul sekitar jam satu siang. Saya pikir, okelah pasti kalau sampai di sana warungnya sudah buka atau saya tidak akan menunggu lama.


Perjalanan pun dimulai, Nasi Bebek Sayang Anak Cak Yudi ini berada di Perak, Surabaya. Terus terang saya belum pernah sama sekali ke Perak, sehingga saya tidak tahu ternyata Perak itu jauh sekali. Sangat jauh, bahkan dari Speed Resto pun. Coba tadi saya berangkat dari kosan, yang berada di Waru, Sidoarjo langsung ke Perak. Sudah pasti saya mengeluh lebih dari ini.

Seperti perkiraan saya, saya sampai di sana hampir setengah tiga. Dan, warung sudah buka meskipun masih menata-tata. Warung terletak di kiri jalan pintu masuk Pelabuhan Tanjung Perak. Sudah dipastikan kendaraan di situ teramat ramai oleh kendaraan mobil-mobil besar. Saya yang mengendarai motor, merasa sangat kecil.

Saya menunggu sebentar, sampai ditanya mau pesan apa. Saya memesan nasi bebek dan segelas es jeruk. Tak lama kemudian, pesanan saya datang. Sepiring nasi putih, bebek goreng dan sambal pencit. Ugh, sedap pastinya. Sayangnya, saya masih kenyang karena dari Speed Resto tadi saya makan cukup banyak.

Akhirnya, saya di sana hanya memotret nasi bebek tersebut, kemudian meminta untuk dibungkus saja. Lumayan, nanti malam saya tak perlu beli makan lagi.

Jadi, keistimewaan nasi bebek ini adalah dagingnya empuk, sambal pencitnya enak – pedes asin – dan tentu saja harganya terjangkau. Sayangnya, saya tidak menikmatinya ketika hangat, mungkin rasanya akan lebih nikmat.

Usai saya ke nasi bebek Cak Yudi ini, saya cerita-cerita kepada seorang ibu-ibu di warung lontong kupang. Katanya, bentar saja nasi bebek Cak Yudi ini cepat habis. Wajar sih ya, orang ketika saya sampai waktu itu sudah banyak orang yang datang untuk makan.

Coba saja lokasinya tidak jauh, saya pasti balik lagi.



No comments:

Post a Comment