Saya menulis kisah ini berawal dari sebuah cerita pendek Dua Perempuan di Ambang Sore. Saya lupa apakah cerita ini pernah saya publikasikan atau tidak. Setelah ini saya akan mencarinya dan menunjukkannya pada kalian. Intinya, novel Please, Say Yes to My Husband berkembang dari cerita pendek itu.
Bisa dibilang, sejak awal tokoh utamanya adalah mereka bertiga Alovia, Kieva, dan Morgan. Jika ditanya siapa dua tokoh utamanya, saya tidak bisa menjawabnya. Sebab, saya rasa setiap porsi ketiga tokoh dalam cerita itu adalah sama.
Namun, tidak hanya lewat cerpen itu saja. Tapi, ada beberapa hal yang mendukung atau memberi andil dalam penulisan novel Please, Say Yes to My Husband ini.
Saya akan menuliskannya satu per satu, mulai dari ide cerita dan juga judul dari novel ini.
1 | Sebelumnya Bertajuk Menikahlah Dengan Suamiku
Sebelum judulnya menjadi Please, Say Yes to My Husband, judul novel ini adalah Menikahlah Dengan Suamiku. Lalu, tagline-nya perempuan-perempuan yang mencintai lelaki yang sama. Meskipun novel PSYTMH dikembangkan dari cerita pendek itu, namun cerita pendek itu dan novel PSYTMH berbeda. Dari segi nama dan alur ceritanya berbeda.
Lalu, kenapa novel ini berjudul Please, Say Yes to My Husband?
Entah kenapa waktu itu saya merasa novel dengan judul Menikahlah Dengan Suamiku terlalu pasaran dan tidak cantik. Makanya, saya minta tolong pada teman, bertanya padanya apa ya bahasa Inggris untuk Menikahlah Dengan Suamiku? Maksudku, bahasa Inggris yang sesuai grammar dan tepat. Lalu, teman saya itu memberikan saya sebuah judul dengan arti yang sama yakni Please, Say Yes to My Husband.
Kita tahu, dalam lamaran-lamaran yang dilakukan banyak pasangan ketika sang pelamar diterima lamarannya, mereka akan berkata, “She/He say yes!” Itulah kenapa judulnya pakai kata YES, alias menggunakan kata kiasan. Saya yakin tanpa dijelaskan pun, orang akan mengerti artinya. Bukan begitu?
2 | Ide Dasar dari Film You’re Not You
Saya lupa menonton film ini tahun berapa. Film ini bercerita mengenai Kate Parker yang terkena penyakit ALS - sama seperti Kieva. Lalu, dia mencari seorang pengasuh/perawat. Kate meminta Bec, perempuan yang hidupnya tidak tentu arah. Awalnya, saya pikir Bec akan jatuh cinta pada suami Kate, ternyata saya salah. Dalam film itu, diceritakan Bec yang hidupnya tidak tentu arah, nyaris tidak bisa apa-apa, berubah karena merawat Kate. Bec pun menyayangi Kate layaknya sahabat lama. Bahkan, ketika suami Kate berselingkuh, Bec marah besar.
Dari film itu, saya memiliki ide lain yakni seperti asumsi awal saya mengenai film itu.
3 | Cerita Pendek Dua Perempuan di Ambang Sore
Cerita pendek itu mengenai dua perempuan yang mencintai lelaki yang sama. Mereka sama-sama mau berbuat apa pun demi lelaki itu. Itulah hal yang dirasakan oleh Alovia dan Kieva. Saya membuat cerita dari sudut pandang dua perempuan itu. Porsi tiap karakter memiliki porsi yang sama dalam novel.
4 | Drama Korea Start-Up
Tahu mengenai drama Korea start up? Kalau kamu nonton drama tersebut, kamu pasti tahu waktu itu penonton terpecah belah. Ada yang tim Han Ji Pyong ada juga yang tim Nam Do San. Dari drama tersebut, saya ingin membuat novel dengan karakter yang sulit dibenci dan membuat pembaca memiliki kubu atau tim. Dan ya, di Please, Say Yes to My Husband saya bisa mewujudkannya. Banyak komentar yang menggunakan tagar #TimAloviaMorgan, #TimKievaMorgan, dan lainnya.
Sebagai penulis, saya juga seperti penulis lainnya yang sering terinspirasi dari film, buku, percakapan dengan orang lain, dan sebagainya. Tentunya, hasil dari cerita yang kita tulis akan berbeda dengan penulis lainnya meskipun idenya sama. Seperti sebuah masakan, setiap koki akan memiliki cara mengolahnya sendiri meskipun setiap koki sedang membuat nasi pecel.
Terima kasih sudah membaca!

No comments:
Post a Comment