Thursday, August 17, 2017

Stasiun Ambarawa Semarang : Apa Pun Maknanya, Perpisahan Tetaplah Menyakitkan


Stasiun Ambarawa Semarang : Apa Pun Maknanya, Perpisahan Tetaplah MenyakitkanMelankolis banget nggak sih, judul dari trip saya di Semarang ini? Banget. Meskipun jalan-jalannya bulan April lalu, saya baru menulisnya sekarang. Dan pas banget saat hati saya sedang berantakan (kayak isi kamar saya). Iya, saya sedang patah hati. Saya tulis, sengaja, biar bertahun-tahun kemudian saya tahu. Saya sedang patah hati hari ini. Kemarin, saya baru saja melakukan perpisahan yang saya harapkan tak pernah terjadi. Seperti postingan kali ini, mengenai perpisahan dengan Semarang dan partner perjalanan saya Siti.

Jadi hari terakhir kami di Semarang itu, sebenarnya besok-nya, ketika kami check out dari hotel pagi-pagi. Tetapi, bagi saya perpisahan sebenarnya adalah hari ini – 30 April 2017, di mana hari terakhir di bulan itu. Dan, hari  terakhir di Semarang ini pun, membuat kami benar-benar kelelahan- terutama saya. Bahkan, saya dan Siti sempat sebel-sebelan, lantaran terjadi sesuatu yang membuat waktu kami habis hanya dalam perjalanan.
Thursday, August 3, 2017

5 Varian Baru Tokyo Bowl Hokben ~ Cara Nikmat Terbang ke Tokyo


5 Varian Baru Tokyo Bowl HokbenSalah satu restoran cepat saji yang saya sukai adalah Hoka-Hoka Bento, yang kini lebih dikenal dengan Hokben. Alasan kenapa saya suka karena ada salad gobis dan wortel yang dipadukan dengan mayones yang nikmat. Rasanya segar dan tak ada duanya. Selain salad tersebut, alasan lain juga karena nasinya yang pulen, wangi, dan enak. Kalau dibilang saya tak suka makan nasi putih, tapi kalau nasi di Hokben nggak pernah nolak saya.

Selain alasan utama di atas, alasan lain adalah karena Hokben memberikan menu dengan harga terjangkau, tetapi menu yang lengkap. Seperti Value Set yang sering saya pesan, dengan harga Rp. 25.000, saya sudah bisa makan enak dengan lauk, nasi, salad, sup dan minuman pula. Mana tempatnya bergengsi dan dikenal banyak orang lagi – biar kekinian.
Wednesday, August 2, 2017

Masjid Agung Jawa Tengah, Pagoda Avalokitesvara, dan bermalam minggu di Waroeng Semawis


Masjid Agung Jawa Tengah, Pagoda Avalokitesvara, dan bermalam minggu di Waroeng Semawis Hari kedua kami di Semarang, termasuk pengalaman yang cukup membuat saya “uh?”, yang tak akan pernah saya lupakan. Sedikit kesal iya, sedikit nggak ngerti iya, dan malunya banyak. Nanti bakalan saya ceritakan pada bagian ini, jadi silakan baca sampai habis. Karena, pengalaman ini saya rasakan sendiri dan hampir satu bulan tak ada orang yang tahu. Mungkin, jika kalian orang pertama yang membaca postingan ini, adalah orang pertama yang tahu. Bahkan, Siti partner mbolang ke Semarang saja tidak tahu, kenapa saya seharian menjadi bete pakai banget.

Sebenarnya, cerita di blog ini pun saya agak-agak malu, tetapi saya ingin pengalaman saya bisa menjadi pelajaran untuk orang lain. Serius, saat itu saya benar-benar merasa hina dan tak pantas untuk hidup *mulai lebai*.

Hari itu, kami tidak manja dengan langsung naik taksi online, tetapi kami berjalan dari hotel ke arah jalan raya. Di sana, saya mampir ke mini market membeli susu beruang, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah kanan menuju halte Trans Semarang yang berada di dekat pasar. Jadi, hotel yang saya tinggali dekat dengan jalan raya, indomaret, pasar dan halte Trans Semarang. Selain halte, di pasar tersebut juga banyak angkot.