Bitter Sweet: 6 Benda yang Tak Boleh Tertinggal Ketika Liburan

Sunday, September 25, 2016

6 Benda yang Tak Boleh Tertinggal Ketika Liburan



6 Benda yang Tak Boleh Tertinggal Ketika Liburan - Pernah nggak, keluar rumah atau katakanlah sedang liburan, kemudian melupakan sesuatu yang penting? Benda-benda sepele, yang sangat diperlukan di saat-saat genting, kalau-kalau ... Tentunya, kita pernah mengalami hal tersebut. Dan, rasanya sangat-sangat tidak enak. Liburan atau hangout yang seharusnya menyenangkan, menjadi risau karena kita meninggalkan sesuatu di rumah yang membuat kita menunggu waktu berlalu, sampai akhirnya waktunya pulang.

Seperti kata pepatah, sedia aku sebelum hujan, biar nanti kamu kupeluk eh, canda. Yang benar, sedia payung sebelum hujan, maka barang-barang yang semestinya saya bawa ke mana-mana, harus memang dibawa ke mana-mana. Seperti ketika musim hujan, saya berkendara dengan motor. Saat perjalanan saya tak akan tenang, takut-takut nantinya akan hujan dan saya harus berteduh. Menunggu hujan reda. Hal-hal sepele semacam itu, benar-benar menganggu bila tak berada ditempatnya.

Nah, benda-benda berikut adalah benda-benda yang nggak boleh saya lewatkan ketika saya liburan atau sekadar keluar rumah. Saya tulis berdasarkan tingkat “paling penting”.


1 | Dompet

Dompet saya itu ibarat tempat saya bergantung hidup ketika keluar rumah. Ah, tak hanya bagi saya, tapi saya yakin kalian juga merasa demikian. Bagaimana nggak bergantung sama dompet kecil pemberian sepupu saya itu, bila semua hal penting berada di dalam sana? Yang terutama adalah uang. Nantinya saya akan membeli sesuatu, tapi dompet saya tertinggal. Tentu saja, saya tidak akan bisa membeli sesuatu tersebut.

Tak hanya mengenai uang yang berharga tapi juga ada kartu ATM. Saya pernah bercerita kalau di dalam dompet saya tidak banyak uang cash. Paling besar Rp. 200.000,-. Kalau butuh lebih, saya harus mencari mesin ATM terdekat. Karena tidak menutup kemungkinan, nantinya saya akan membutuhkan uang lebih. Dan, saya harus membawa kartu ATM.

Selain uang dan kartu ATM, di dalam dompet adapula STNK dan SIM. Sudah saya katakan, kan, kalau ke mana-mana saya membawa motor? Kedua surat tersebut sangat penting, karena kita tak tahu kapan akan tiba masanya, saya kena razia polisi. Atau sekadar ke mal dan harus menunjukkan STNK. Saya pernah ke kota Mojokerto dengan pedenya, padahal ternyata di dalam dompet saya tak ada STNK. Astaga, untung saja tak ada razia.

Tak kalah penting dari STNK atau SIM, tentu KTP juga penting. Jaman kuliah dulu, kami – saya dan teman kos- sering keluar malam ke Taman Bungkul. Menjelang jam 12 malam, satpol PP pasti merazia pengunjung dengan menanyakan KTP mereka. Untungnya, saya selalu bawa dompet. Kalau nggak? Pasti sudah diciduk.
2 | Smartphone

Hari gini, siapa yang nggak punya smartphone? Dan menganggap smartphone itu sangat penting dibawa ke mana-mana. Smartphone itu semacam kartunama, selayaknya KTP. Sebuah identitas diri. Terlebih lagi bagi saya, yang mengantungkan income dari internet. Sangatlah nggak enak, ketika keluar rumah saya tak menyertakan ponsel pintar ke dalam tas rumbai-rumbai saya. Sangat-sangat menganggu konsentrasi saya.

Bagi saya, smartphone merupakan alat penghubung, perantara rejeki, dan akses internet. Duh, saya nggak tahan kalau sehari saja tidak mengakses internet dan mengetahui kabar dunia maya. Ah, yang paling penting bukan itu sih, tapi saya harus mengecek surel masuk, kali-kali saja ada job yang nangkring di sana. Atau sekadar untuk mengecek visitor blog saya hari ini.

3 | Powerbank

Sudah jelas, apa alasan kenapa benda kecil mungil berwarna hitam milik saya ini penting untuk dibawa. Tentunya, benda ini membawa daya atau nyawa cadangan untuk smartphone saya yang tak bisa lepas dari genggaman tersebut. Dulu, sebelum mempunyai powerbank, ketika baterai smartphone hampir habis, saya harus rela menonaktifkan demi kepentingan mendadak kalau-kalau ada keadaan genting. Kalau sekarang sih, bebas, asal powerbank selalu dibawa.

4 | Token Pin

Kenapa token bank sangat penting bagi saya? Karena sewaktu-waktu pasti saya butuhkan. Seperti pepatah yang saya sebutkan di atas, token bank semacam payung. Persiapan kalau-kalau saya membutuhkan pulsa di saat keadaan genting. Terutama, ketika pulsa saya akan  habis dan saya sedang travelling ke tempat yang jauh dari konter. Tentunya, saya harus membeli pulsa melalui internet.



Beruntung sekali ya, sekarang bisa membeli pulsa via online. Karena dengan demikian tak perlu repot-repot lagi cari konter terdekat. Sekarang banyak penyedia jasa isi pulsa online, salah satunya MatahariMall.com. Harga paket data MatahariMall tentunya lebih bersahabat daripada membeli via konter. Dan juga, menawarkan pelbagai macam pilihan operator (semua operator) dan pilihan paket data. Iya, beli pulsa di MatahariMall.com tak hanya berupa pulsa, tapi juga bisa berupa paket data.

5 | Kamera

Benda satu ini, baru saja masuk ke daftar penting saya. Yaitu Etro, kamera mirrorless yang baru saya beli beberapa waktu lalu. Untuk kamera ini nggak terlalu penting-penting amat dibawa hangout, tapi kepikiran juga kalau keluar rumah apalagi liburan nggak dibawa. Mbulet. Iya, aslinya ini kamera penting untuk dibawa, hanya saja fungsinya bisa digantikan dengan poin nomor dua, yaitu smartphone – dengan catatan, hasil foto tak sememuaskan dengan membawa Etro.

6 | Notebook / bulpoin

Sebagai penulis, notebook atau buku catatan selalu ada di dalam kantong ajaib saya (red: tas). Buku catatan kecil ini, saya bawa ketika ingin menuliskan sesuatu. Mengenai perasaan saya ketika perjalanan kereta atau mengenai ide-ide yang berseliweran. Sebenarnya, poin lima ini (lagi-lagi) bisa digantikan fungsinya oleh poin dua. Tapi, rasanya aneh saja kalau menulis ide atau catatan di dalam smartphone. Kurang greget.

Itulah benda-benda yang semestinya saya bawa ke mana-mana di dalam tas. Jadinya, tas merupakan rumah yang bisa dibawa ke mana-mana. Saya yakin, di antara teman-teman pasti memiliki daftar yang sama dengan saya. Bahkan, sama.


Jadi, apa isi kantong ajaibmu?

No comments:

Post a Comment