Tuesday, December 13, 2016

Menduniakan Madura #2 : Air Terjun Toroan, Sampang, Madura



Air Terjun Toroan, Sampang, Madura - Mungkin, hari kedua inilah yang paling saya tunggu-tunggu dari acara #MenduniakanMadura. Alasannya, di hari kedua ini kami akan menyeberang ke Pulau Giliyang, Sumenep, Madura. Pulau dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia.

Sebelum saya menceritakan mengenai perjalanan ke Pulau Giliyang, mari saya ceritakan mengenai pagi di Desa Batioh. Pagi itu, sehabis subuh, kami berjalan ke arah pantai Nepa. Di dekat homestay ada sebuah mushola (Langgar) yang sudah ramai dengan anak-anak kecil mengaji. Jujur, saya merasa adem banget melihat pemandangan tersebut. Dan, setelah dari pantai saya melewati mushola lagi. Anak-anak kecil yang mengaji tadi, ada beberapa yang main-main di halaman mushola (mereka melepas alas kaki ketika bermain di halaman) dan beberapa anak perempuan menyapu jalan yang kami lintasi.
Friday, December 2, 2016

Menduniakan Madura #1 : Menikmati Manisnya Pantai dan Hutan Kera Nepa di Desa Batioh



Menikmati Manisnya Pantai dan Hutan Kera Nepa di Desa Batioh, MaduraBenar-benar tidak menyangka bakalan dapat surat elektronik dari Mas Wahyu Alam, bahwa saya terpilih menjadi salah satu blogger yang akan #MenduniakanMadura. Memang, sebelumnya saya ikut mendaftar acara tersebut, tapi saya tidak menyangka bakalan terpilih nantinya. Tentu saja, saya sangat senang dan benar-benar terharu!

Seperti yang teman-teman ketahui, saya merupakan orang yang lemah dalam perjalanan, alias pemabok. Dan hal tersebut menganggu sekali, maka untuk mengatasi hal tersebut, satu minggu sebelum acara setiap pagi saya naik sepeda. Tentu saja, saya ingin tetap fit ketika acara dan tidak merepotkan orang lain. Dan Alhamdulillah, selama acara berlangsung selama 4 hari 3 malam, 22-25 November 2016 saya sehat walafiat! Tidak ada keluhan mabuk atau bagaimana-bagaimana.

Titik berkumpulnya acara ini berada di kantor BPWS yaitu Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura yang berlokasi di bibir jembatan Suramadu bagian Surabaya. Nah, karena saya dari Mojokerto yang berarti kantor BPWS berada di sebelah kanan jalan. Itu berarti saya harus melewati jalan di bawah jembatan Suramadu untuk sampai di kantor tersebut. Informasi ini, saya dapatkan dari Mbak Yuni. Selama perjalanan, saya sudah wanti-wanti “Lewat bawah jembatan”.
Thursday, November 10, 2016

Transportasi Favorit Ketika Liburan


Transportasi Favorit Ketika LiburanLiburan adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh pekerja kantoran – tentu nomor pertama gajian -, oleh seorang freelancer setelah mengerjakan pekerjaan bertumpuk-tumpuk dan oleh anak-anak kuliahan atau anak sekolah setelah melaksanakan ujian. Saya suka liburan, sangat. Apalagi, liburan ke pantai. Wah, saya suka sekali laut. Tapi, saya tak suka naik kapal. Kenapa? Saya pemabuk.

Well, inilah alasan kenapa saya menuliskan postingan ini Transportasi Favorit Ketika Liburan, alasannya simpel saja. Ada beberapa alat transportasi yang membuat badan saya enak, nggak usah pakai mabuk-mabuk segala. Ada pula alat transportasi yang membayangkannya saja sudah membuat kepala saya pusing. Hmm, padahal saya suka loh jalan-jalan, tapi sayangnya tubuh saya belum terbiasa.
Sunday, November 6, 2016

Cari Tempat Nongkrong dengan Wifi Kenceng, di Mojokerto? Ke Mas Bro Coffee Saja!



Cari Tempat Nongkrong dengan Wifi Kenceng, di Mojokerto? Ke Mas Bro Coffee Saja! Sudah sekian lama saya mendamba-dambakan kehidupan seorang freelancer. Mengerjakan pekerjaan di kafe-kafe, memesan kopi, kemudian memotret tampilan laptop dan membaginya ke akun media sosial mereka. Sayangnya, berbulan-bulan lalu keadaan ekonomi dari pekerjaan lepas saya tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu. Jangankan duduk di kafe sembari ngopi, membeli kuota internet saja saya tidak bisa dan harus meminta orangtua.

Akhirnya, Senin kemarin saya mewujudkan cita-cita kecil nan sederhana itu. Saya membawa laptop beserta Etro dengan tas selempang berwarna hijau army. Saya berangkat ke Mojokerto kota yang pilihan kafenya lebih bervariasi dan lebih “memang kafe”. Awalnya, saya ingin pergi ke kafe White Mojdo yang pernah saya kunjungi sebelumnya di acara #InstagramMeet, sayangnya saat itu jam sepuluh pagi, yang seharusnya kafe itu buka, ternyata baru buka pukul duabelas siang karena ada general cleaning. Akhirnya, saya mencari kafe lain yang referensinya saya dapatkan lewat Instagram.
Maka, saya memilih Mas Bro Coffee, yang terletak di Jl. Empunala no. 271 Magersari, Mojokerto. Tepatnya, lokasi Mas Bro Coffe berada di depan pasar burung, dekat dengan perempatan ke arah Benteng Pancasila.
Thursday, November 3, 2016

Trawas Duyung Hill - Wahana Outbound Sampai Pecinta Durian

Duyung Trawas Hills - Wahana Outbound Sampai Pecinta Durian


Trawas Duyung Hill ~ Wahana Outbound Sampai Pecinta DurianMojokerto, selain memiliki pesona dengan candi-candi dan sejarahnya, di sini kita juga akan diguhu keindahan alam yang melingkupi kawasan Trawas dan Pacet. Kalau sudah bosan pergi ke Pemandian Air Panas Pacet atau Ubalan, mari melipir ke sebelah. Tepatnya, ke Trawas yang bisa kita tempuh dengan menyeberang dari Pacet.

Kali ini, saya ingin menawarkan keindahan rumah-rumah berjajar rapi yang mengiringi perjalanan ke Duyung Trawas Hills, tempat wisata yang baru nge-hits di kalangan arek-arek Mojokerto. Terutama arek-arek daerah Trawas dan sekitarnya.

Lokasi Duyung Trawas Hill terbilang sulit ditemukan, saya yang sering main-main ke daerah Trawas harus tanya sana sini terlebih dahulu. Lokasi Trawas Duyung Hill terdapat di Duyung, Trawas, Mojokerto. Nggak usah mengandalkan google map deh, kalau jaringan kamu nggak available di segala tempat. Karena koneksi internet saya dan kawan saya terputus ketika memasukki kawasan Trawas – itu loh pertigaan arah Mojosari-Pacet-Trawas.  Akhirnya, kami mengikuti insting dengan jalan yang sudah saya hapal. Cuaca Trawas sedang mendung dan gerimis, tapi tak menyurutkan keinginan kami untuk sampai ke Duyung Trawas Hill. Kami menyusuri jalan ke arah Villa Puncak Trawas, sampai di tempat penjual oleh-oleh kami menepi dan bertanya pada dua anak remaja yang tengah duduk-duduk di kanopi toko yang tutup.
Thursday, October 27, 2016

Berencana ke Gunung Bromo? Siapkan Perlengkapan ini!


Berencana ke Gunung Bromo? Siapkan Perlengkapan ini!Masa-masa kuliah, teman-teman kos suka jalan-jalan. Tentunya, bareng Ocin (red: Ojek Cinta) mereka. Sedangkan saya harus rela gigit jari nggak bisa ikutan karena saya belum punya ocin (sampai sekarang – nyess). Salah satu destinasi favorit mereka adalah Gunung Bromo. Wajar jika sampai bertahun-tahun berikutnya, saya ingin mengunjungi Gunung Bromo.

Keinginan itu terwujud ketika saya sudah lulus kuliah. Ketika gelar diploma saya kantongi dan tersemat di belakang nama saya. Waktu itu, sekitar bulan Maret tahun 2014, saya ikut kursus di Pare, Kediri. Pada Minggu ketiga, ada tutor yang mengadakan touring ke Gunung Bromo. Kesempatan tak datang dua kali, Guys. Saya ikut. Langsung daftar.
Tuesday, October 11, 2016

Berbagai Harga Tas Koper yang Sesuai dengan Kebutuhan Pengguna



Berbagai Harga Tas Koper yang Sesuai dengan Kebutuhan Pengguna - Ke mana pun kita pergi pasti membutuhkan tas yang memuat banyak barang. Terlebih lagi bagi para pekerja yang harus membawa barang-barang dalam bidang kerjanya ditambah dengan barang-barang pakaian untuk cadangan pakaian saat di sana. Sungguh sangat banyak bukan? Namun untuk barang dalam bidang pekerjaannya, tidak bisa hanya menggunakan 1 tas saja. Atau berjenis yang sama. Untuk itu perlu banyak koper yang sesuai dengan jenisnya. Memang tentunya membutuhkan biaya untuk membeli tas koper. Namun harga tas koper  untuk tiap jenis, banyak yang terjangkau dan memiliki kualitas yang bagus.

Mungkin harga tas koper jika didapatkan di toko peralatan dan barang-barang penting yang berkualitas tinggi, pastinya harganya sangat mahal. Namun banyak juga toko yang tidak bertaraf internasional namun menjual koper dengan kualitas yang baik dan mumpuni. Akan tetapi untuk tiap jenis koper yang disesuaikan dengan jenisnya. Mungkin agak sulit untuk ditemukan. Namun kita bisa menemukannya di toko situs jual beli online yang terpercaya. Untuk itu di sini ada beberapa jenis koper yang disesuaikan dengan bidang pekerjaan dan harganya dan tas koper yang bisa dibawa untuk traveling. Diantaranya adalah:
Sunday, September 25, 2016

6 Benda yang Tak Boleh Tertinggal Ketika Liburan



6 Benda yang Tak Boleh Tertinggal Ketika Liburan - Pernah nggak, keluar rumah atau katakanlah sedang liburan, kemudian melupakan sesuatu yang penting? Benda-benda sepele, yang sangat diperlukan di saat-saat genting, kalau-kalau ... Tentunya, kita pernah mengalami hal tersebut. Dan, rasanya sangat-sangat tidak enak. Liburan atau hangout yang seharusnya menyenangkan, menjadi risau karena kita meninggalkan sesuatu di rumah yang membuat kita menunggu waktu berlalu, sampai akhirnya waktunya pulang.

Seperti kata pepatah, sedia aku sebelum hujan, biar nanti kamu kupeluk eh, canda. Yang benar, sedia payung sebelum hujan, maka barang-barang yang semestinya saya bawa ke mana-mana, harus memang dibawa ke mana-mana. Seperti ketika musim hujan, saya berkendara dengan motor. Saat perjalanan saya tak akan tenang, takut-takut nantinya akan hujan dan saya harus berteduh. Menunggu hujan reda. Hal-hal sepele semacam itu, benar-benar menganggu bila tak berada ditempatnya.

Nah, benda-benda berikut adalah benda-benda yang nggak boleh saya lewatkan ketika saya liburan atau sekadar keluar rumah. Saya tulis berdasarkan tingkat “paling penting”.
Thursday, September 22, 2016

[Guest Post] Menjelalah Malaysia-Singapura dalam Waktu Tiga Hari


Hallo, kali ini postingan di BitterSweet dipersembahkan oleh Mbak Swastikha pemilik blog www.kotakwarna.com. Mbak Tikha menceritakan mengenai perjalanannya ke Malaysia bareng keluarganya. 

Menjelalah Malaysia-Singapura dalam Waktu Tiga Hari - Mengunjungi dua negara dalam waktu tiga hari? Kenapa tidak. Simak yuk catatan perjalanan saya tahun lalu bersama keluarga.

Berawal dari rencana Kakak yang ingin ke Malaysia bersama dua temannya. Karena perginya hanya bertiga, mereka pun mengajak saya.

Rencanya kami mau backpaker  gitu deh. Dan kebetulan salah satu teman kakak punya sepupu yang kuliah di Malaysia. Nantinya dia yang akan jadi pemandu kami.

Berhubung saya jarang bepergian jauh tanpa ortu. Akhirnya minta ijin ke Mama. Ternyata responnya beda Mama juga ingin ikutan plus Papi dan Suami Kakak. Rencanan pergi bertiga berubah jadi bertujuh. Terpaksa deh segala ittenary berubah.

Tadinya kami kemana-mana mau naik angkutan umum dan akhirnya diubah sewa mobil soal kasihan sama Mama yang lututnya sakit.

Kami sengaja tidak membawa koper besar soalnya nanti akan melewati imigrasi darat dan itu melelahkan. Sesuai arahan kakak kami disuruh membawa koper yang cukup ditaruh di Kabin.
Thursday, September 15, 2016

Ingin Membeli Rumah Bekas? Simak 3 Tips Ini



Ingin Membeli Rumah Bekas? Simak 3 Tips Ini - Harga jual rumah bekas memang masih tergolong mahal. Namun bila dibandingkan dengan membeli rumah baru, tentu harga beli rumah bekas ini akan jauh lebih murah. Meski begitu, Anda harus lebih jeli mengamati kondisi rumah tersebut agar tidak kecewa dikemudian hari.

Jika Anda ingin segera membeli rumah namun tidak ingin menjadikan bank sebagai perantara, Anda bisa mencoba untuk membeli rumah bekas. Meski ini bukan rumah baru, Anda harus tetap waspada dan memperhatikan berbagai aspek saat memilih rumah bekas. Jangan mudah tergiur dengan berbagai penawaran dan harga jual rumah yang murah. Lalu, bagaimana tips membeli rumah bekas? Berikut ulasannya:

Friday, September 9, 2016

Nongkrong Asik di Tong Tji Tea House Sunrise Mall Mojokerto



Nongkrong Asik di Tong Tji Tea House Sunrise Mall MojokertoMinggu kemarin, tepatnya  4 September 2016, saya jalan-jalan ke Mojokerto (sendirian lagi, hiks!) dan mampir ke Sunrise Mall. Niatnya sih ke Mojokerto mencari pulpen tapi ternyata tokonya tutup. Akhirnya, saya mampir membeli bunga plastik untuk properti foto di daerah sekitar  Jl. Majapahit . Setelah itu, karena bingung mau ke mana lagi, saya mampir ke mall di Mojokerto yang baru dibuka beberapa waktu yang lalu.

Tak ada alasan khusus kenapa saya ke Sunrise Mall. Mungkin sekadar jalan-jalan melihat-lihat baju atau sepatu tanpa membeli. Atau sekadar membeli camilan di foodcourt. Nyatanya, sesampainya di sana saya justru menemukan pemandangan yang jarang saya temui di Mojokerto. Yaitu, sebuah kafe dengan jendela lebar, tembus pandang. Kafe tersebut menjadi bagian dari Sunrise Mall dengan konsep dua lantai, kursi-kursi  berada di tepi kaca. Rasa penasaran saya pun muncul dan saya memutuskan masuk ke kafe tersebut.
Sunday, September 4, 2016

Jalan Legian Bali - Indonesia atau Luar Negeri?



Jalan Legian Bali - Indonesia atau Luar Negeri? Udara malam mulai menggigit, membuat saya merapatkan jaket parka yang tak seberapa tebal itu. Meskipun badan lelah, perut masih terasa mual, dan saya sudah siap-siap jika badan semakin memburuk. Saya pun tetap mengiyakan ajakan Mbak Yuni untuk jalan-jalan di sekitar hotel, tepatnya di jalan Legian.

Tujuan kami malam itu adalah pergi melihat monumen Bom Bali.

Dari arah Siesta Hotel, kami mengambil jalan ke arah kanan, kemudian menyeberang jalan dan melewati jalan sepi. Sampai akhirnya kami menemukan jalan raya yang terbilang cukup ramai pula. Kami berjalan melewati trotoar lurus sampai akhirnya sampai di jalan Legian. Lalu, kami mengambil arah kiri. Di sana, saya melihat banyak sekali pertokoan dengan instalansi lampu-lampu jalan, papan-papan menyala, penjual-penjual, jalan yang dipenuhi oleh mobil dan motor, kafe, bar, dan bule.

Bali Trip - Part 3: Mengejar Sunset di Pantai Pandawa



Bali Trip - Part 3: Mengejar Sunset di Pantai PandawaSebagai pengingat, sebelumnya saya sudah menulis mengenai Bali Trip- Part 1 dan Bali Trip – Part 2. Kedua artikel itu membahas mengenai Pantai Tanjung Benoa dan Water Blow. Untuk kali ini, masih di hari yang sama, perjalanan kami berlanjut ke pantai Padang-Padang dan Pantai Pandawa. Ah, sepertinya pemburuan kami memang mengenai pantai-pantai saja ya.

Setelah selama kurang lebih dua jam di GWK, Bali, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Padang-Padang. Gila ya, jalannya macet, udara panas – padahal kayak pegunungan gitu jalannya kelok-kelok, dan saya benar-benar lemas gila. Ingin muntah. Sumpah kalau yang ini benar-benar lemas saya.

Selama perjalanan itu saya berharap hanya satu, segera sampai di tujuan! Mau bagaimana lagi? Masa iya, saya nyari uber buat balik ke hotel? Nggak lucu. Akhirnya, ketika kendaraan yang kami tumpangi berhenti, saya menarik napas lega. Sayangnya, masalah mual dan lemas itu belum juga selesai dengan berhentinya kendaraan.
Wednesday, August 24, 2016

Bali Trip - Part 2 : Kemegahan Patung Garuda Wisnu Kencana Bali



Bali Trip - Part 2 : Kemegahan Patung Garuda Wisnu Kencana BaliDalam postingan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai perjalanan saya ke Bali bagian pertama. Postingan tersebut membahas dua tempat yaitu Pantai Tanjung Benoa dan Water Blow. Untuk kali ini, saya akan membahas satu tempat. Karena cerita mengenai GWK sangat panjang.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke GWK – tujuan selanjutnya, kami berhenti di Warung Makan Masakan Padang yang tidak jauh lokasinya dari Water Blow. Karena mengingat hari sudah siang dan menjelang Dhuhur, kami akan sekalian ishoma di Warung Makan Masakan Padang tersebut. Ah, percayalah kalian harus membaca ini, karena di sini kenorakan saya pun dimulai.

Ketika memasuki warung makan masakan Padang, saya melihat banyak meja-meja kosong. Bahkan, hanya rombongan kami yang datang saat itu. Mungkin memang belum waktunya makan siang, makanya keadaan masih sepi. Usai mengambil duduk di salah satu kursi dari banyaknya kursi yang berjejer mengelilingi meja, pramusaji membawa makanan demi makanan dalam piring-piring kecil. Awalnya, saya pikir memang kawan-kawan saya memesan dalam jumlah tertentu atau paket tertentu, ternyata saya salah.

Monday, August 22, 2016

Bali Trip : Part 1 - Tanjung Benoa dan Water Blow


Bali Trip : Part 1 - Tanjung Benoa dan Water Blow  - Perbedaan waktu antara Pulau Jawa dan Pulau Bali – meskipun hanya selisih satu jam saja – tetap membuat saya linglung mengenai waktu shalat. Kira-kira pukul enam pagi, saya bangun, shalat kemudian membuka gorden di kamar hotel. Di luar masih gelap. Cahaya matahari masih enggan menampakkan diri. Usai shalat, saya mandi bergantian dengan Mbak Eda dan Ara. Lalu, kami siap-siap turun untuk sarapan plus bersiap-siap melakukan perjalanan di hari itu.

Seperti yang sudah kami jadwalkan, Sabtu 13 Agustus 2016 kami akan melakukan perjalanan keliling Bali. Bahkan, kami sudah menentukan ke mana saja kita hari itu. Di Bali, kami sudah menyewa mobil elf plus supir dari kenalan teman blogger juga. Kami mendapat harga sekitar 1jt untuk berkeliling Bali selama kurang lebih 12 jam. Tentu, destinasi sesuai permintaan kami.
Friday, August 19, 2016

Perjalanan ke Pulau Bali ala-ala Backpacker



Perjalanan ke Pulau Bali ala-ala Backpacker Sebelumnya, saya sama sekali tak memiliki rencana untuk pergi ke Bali. Ya memang, bila ditanya apakah Bali merupakan salah satu destinasi yang masuk dalam wishlist saya. Saya jawab, iya. Tapi, untuk mengunjunginya dalam waktu dekat, tidak. Banyak tempat di Indonesia yang ingin saya kunjungi – meskipun saya ini suka mabuk dalam perjalanan – salah satunya adalah Semarang dan Lombok. Eh, ternyata Tuhan mempunyai rencana lain, saya justru terdampar di pulau Bali.

Ide ini tercetus dalam obrolan sedikit guyonan di grup Emak-emak Blogger. Tepatnya sekitar bulan Juni, bulan puasa lalu. Sampai akhirnya, Mbak Eda, pemilik nyonyabesar.com menjadi penghubung sampai akhirnya kami bisa mendapatkan penginapan secara cuma-cuma di Bali. Saya pun tak pikir panjang. Segera saya daftarkan nama beserta alamat blog saya. Masalah biaya, bisa dipikir belakangan, toh masih bulan Agustus nanti. Masih ada waktu untuk mengumpulkan biaya perjalanan dan jajan di sana. Padahal, saat itu saya sedang pengiritan untuk membeli Etro dan laptop baru.

Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, saya sudah memesan tiket kereta api. Kira-kira satu bulan sebelum keberangkatan. Kami membeli tiket kereta api pulang-pergi, kalau ditotal saya menghabiskan biaya perjalanan kereta Rp. 500.000, kelas Bisnis.
Wednesday, August 17, 2016

Cari Semanggi Suroboyo di CFD Surabaya



Cari Semanggi Suroboyo di CFD Surabaya - Sebelumnya, saya pernah membahas mengenai car free day di kota tercinta yaitu Mojokerto. Tentunya, CFD setiap kota berbeda-beda. Bila CFD di Mojokerto cenderung seperti pasar dadakan, beda lagi dengan car free day di Surabaya.

Seperti yang kalian ketahui bahwa, saya merupakan orang yang suka bolak balik Mojokerto – Surabaya. Dalam kesempatan beberapa minggu yang lalu, ketika saya menginap di rumah salah seorang teman di Surabaya, saya pergi ke CFD pagi itu. Tentu saja, saya ingin tahu bagaimana ramainya CFD di ibu kota Jawa Timur ini.

Tentunya, teman-teman masih ingat mengenai city tour yang saya ikutin beberapa Minggu yang lalu. Usai acara itulah saya menginap di rumah kawan kuliah saya dulu.
Friday, August 5, 2016

Indahnya Jembatan Layang Surabaya di Pantai Ria Kenjeran


Indahnya Jembatan Layang Surabaya di Pantai Ria Kenjeran - Sebagian orang beranggapan bahwa kota Surabaya merupakan kota transit. Kota persinggahan sementara sebelum kita ke tujuan. Itu bukan mitos. Faktanya memang demikian. Tak jarang, orang-orang (turis lokal) datang ke Surabaya sekadar transit. Sekadar mampir. Penyebabnya, mungkin memang tujuan mereka bukan ke Surabaya atau mungkin memang mereka tak tahu kalau berwisata di Surabaya itu ke mana.

Nyatanya, di Surabaya banyak tempat wisata yang bisa dijadikan sebagai tempat tujuan untuk melepas penat. Ada taman, kebun binatang, Hutan Mangrove, bahkan pantai. Iya, Surabaya mempunyai pantai. Bahkan, baru-baru ini Bu Risma selaku Wali Kota Surabaya membangun dan meresmikan jembatan Surabaya yang berada di Pantai Ria Kenjeran.
Thursday, August 4, 2016

Mencari Oleh-Oleh Khas Surabaya, di Sentra UKM Merr



Mencari Oleh-Oleh Khas Surabaya, di Sentra UKM Merr Setiap kali kita bicara sama temen kalau kita mau liburan, seringnya mereka akan berbicara “Jangan lupa oleh-olehnya ya!”yap, bukan “Hati-hati” atau hal macam lainnya. Memang kalau liburan itu pasti hal yang selalu kita pikirkan adalah oleh-oleh. Nah, sempat kepikiran nggak, kalau ke Surabaya di mana kita bisa membeli oleh-oleh yang khas Surabaya?

Rujak cingur? Semanggi? Errr, sampai rumah bisa-bisa sudah basi.

Tentunya, kita mencari oleh-oleh yang tidak cepat basi. Paling nggak, sampai 24 jam ke depan. Meskipun saya pernah tinggal cukup lama di Surabaya, saya sama sekali tak pernah kepikiran apa dan di mana membeli oleh-oleh yang khas Surabaya. Akhirnya, kemarin ketika acara city tour, saya tahu di mana tempat membeli oleh-oleh khas Surabaya.
Monday, July 25, 2016

Nikmati Keindahan Hutan Bakau Wonorejo Surabaya



Nikmati Keindahan Hutan Bakau Wonorejo SurabayaNamanya liburan atau jalan-jalan itu tidak ada habisnya. Mulai jalan-jalan ke mal, taman, atau ke luar kota. Ngomong-ngomong, soal liburan dan jalan-jalan. Kita tak harus jalan-jalan ke luar kota yang akan memberikan pengeluaran lebih. Dengan kata lain, kita mencari tempat liburan dengan budget seminim mungkin. Salah satunya adalah dengan liburan di dekat kota kita sendiri.

Bila teman-teman dekat dengan kota Surabaya atau bahkan berada di kota Surabaya, ada loh tempat yang asik buat jalan-jalan. Misalnya, ingin liburan di kota Surabaya ke tempat yang asri. Salah satu tempat alami atau alam yang bisa dikunjungi di kota Surabaya adalah hutan mangrove.

Sudah pernah dengar? Atau bahkan sudah pernah mengunjungi?
Monday, July 11, 2016

Variasi Kencan Romantis yang Spesial dengan Pasanganmu

taken from https://www.pexels.com/


Variasi Kencan Romantis yang Spesial dengan PasanganmuHubungan dengan pasangan tentu bisa terasa membosankan seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi kalau kedua belah pihak sama-sama malas berupaya untuk menumbuhkan semangat dalam hubungan. Jangan sampai semangat yang merosot malah membuat hubungan jadi bubar jalan, ya.

Tetapi sebenarnya cara menghangatkan hubungan dengan pasangan tidak sesulit yang kita bayangkan kok. Variasi kencan romantis yang luar biasa ini bahkan bisa membuat api asmara kembali membara. Yuk simak dulu deh ulasannya :

Saturday, June 18, 2016

Jangan Lupakan Hal-Hal Ini, Ketika Pergi Ke Pantai


Jangan Lupakan HalIni, Ketika Pergi Ke Pantai - Beberapa Minggu yang lalu, saya pergi ke pantai. Tepatnya, ke Pantai Tambak Rejo Blitar, Jawa Timur. Seperti biasa, saya pergi ke pantai dengan saudara laki-laki saya. Kami ikut rombongan Mojopahit Jeep Community. Seperti sebelumnya, kami juga ikut rombongan tersebut ke Pantai Balekambang berlanjut ke pantai Goa China. Karena saya senang berlibur ke pantai, maka kesempatan kali ini tak saya lewatkan.

Ketika ke pantai, tentunya ada hal-hal yang harus dipersiapkan. Hal yang ketika di rumah nampak tak penting, tapi ketika perjalanan atau sudah sampai tujuan akan terasa amat penting. Biasa kan, ya, kita selalu berpikir “Ah, nanti bisa dibeli di sana,”nyatanya, jauh sekali berbeda.

Berikut adalah beberapa hal yang semestinya kita siapkan ketika berlibur ke pantai. Beberapa poin, tetap cocok untuk dijadikan pedoman ketika liburan, meskipun tidak ke pantai.
Wednesday, June 15, 2016

Kemping Asyik Di Situ Gunung Sukabumi Yang Menarik

taken from sadulur-mtma.blogspot.com

Kemping Asyik Di Situ Gunung Sukabumi Yang MenarikSitu Gunung kini telah menjadi tempat wisata yang menarik di Kota Sukabumi. Tidak hanya keindahan danaunya yang menarik perhatian pengunjung, tapi dengan pengembangan area wisata oleh pemerintah daerah maupun swasta, kini telah tersedia area camping yang bisa disesuaikan dengan gaya dan anggaran yang anda miliki.

Danau yang berada di ketinggian 1.100 mdpl ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Lokasi danau ini berada tidak jauh dari pusat kota Sukabumi kurang lebih hanya 16 km dan hanya 110 km dari Jakarta namun suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan kota akan anda temui di sini. Alam yang alami, udara segar dan hijaunya pepohonan pinus yang mengelilingi danau memberikan kedamaian yang anda inginkan.

Untuk menuju ke lokasi wisata ini ada beberapa alternatif seperti menggunakan kereta api dari Stasiun Bogor. Di stasiun ini terdapat jadwal kereta dua kali sehari menuju Kota Sukabumi. Anda harus turun di Stasiun Cisaat dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot menuju Kecamatan Kadudampit. Atau anda bisa mencarter angkot seharga Rp.80.000,00-Rp.100.000,00 hingga ke pintu gerbang Situ Gunung.

Bagi anda yang membawa kendaraan pribadi dari Jakarta, maka rute yang dilewati adalah Jakarta – Bogor – Ciawi. Selepas pintu tol  ini, anda tinggal lurus ke jalan yang menuju Sukabumi. Belok kiri ketika anda menemui pertigaan Cisaat dan menelusuri jalan ini kurang lebih 9 km hingga ke pintu gerbang Situ Gunung dengan total waktu tempuh adalah 3 -  4 jam perjalanan tergantung kemacetan di jalur Ciawi – Sukabumi.
Monday, June 6, 2016

City Tour : Museum Kanker Indonesia


City Tour : Museum Kanker Indonesia - Setelah mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan berbau akan mantan (red: masa lalu), mari kita melipir ke sisi lain di Kota Surabaya. Tempat di mana jauh dari kata revolusi dan peperangan. Di sini, kita akan mengenal yang namanya penyakit yang seringkali muncul dalam novel-novel maupun film. Yup, penyakit beken ini namanya kanker.

Kanker mempunyai momok tersendiri bagi kita. Penyakit ini dikenal penyakit ganas, karena sebagian orang yang mengidap penyakit ini berakhir meninggal dunia. Nah, ternyata di Surabaya ada museum kanker. Bahkan, museum kanker di Surabaya ini merupakan museum kanker terbesar satu-satunya di dunia. Di museum ini, kalian akan menemukan berbagai macam jenis kanker dalam setoples kaca bening yang dipamerkan.
Sunday, June 5, 2016

Mampir Hotel “Kekinian” Saat Plesiran ke Ragunan


Mampir Hotel “Kekinian” Saat Plesiran ke Ragunan - Kalau makanan sehat dibutuhkan untuk tubuh, maka rekreasi (plesiran:bahasa Jawa) juga penting untuk menyegarkan pikiran. Begitulah kira-kira ungkapan yang pas buat anda jika sudah terlalu asyik bekerja atau belum sempat meluangkan waktu untuk bertamasya apalagi bagi anda warga Ibu kota. Padahal hal ini penting dilakukan agar tubuh dan pikiran dapat kembali segar. Jadi jangan sampai kita uring-uringan saat terlalu banyak berhadapan dengan setumpuk pekerjaan dan akhirnya dibilang “kurang piknik” sama rekan kerja kita. Nah, sekarang saatnya tentukan waktu plesiran anda dengan keluarga.

Jika anda adalah warga Ibu kota atau yang bertempat tinggal di Jakarta, tidak usah ragu untuk mengajak serta keluarga mencoba sensasi liburan yang berbeda dengan bermalam di hotel yang dekat dengan lokasi wisata. Apalagi jika anda berasal dari luar kota, maka bermalam di hotel atau penginapan sebelum berkeliling kota sangat dianjurkan. Ada banyak pilihan obyek wisata di Jakarta, namun jika anda dan keluarga berencana melakukan wisata di daerah Ragunan dan sekitarnya, ada satu referensi hotel menarik dan unik yang bisa anda singgahi. Tempat yang bisa memberi kenyamanan anda untuk beristirahat sekaligus pengalaman baru karena dikemas dengan gaya yang “kekinian” namun dengan harga yang aman.  
Wednesday, June 1, 2016

Makan Coklat di Kampung Coklat Blitar



Makan Coklat di Kampung Coklat Blitar - Saya tak pernah tahu, kalau di Blitar, selain ada makam Bung Karno, ada pula Kampung Coklat. Jadi, kemarin, tepatnya hari Minggu, 28 Mei 2016, setelah dari Pantai Tambak Rejo, kami mampir ke Kampung Coklat yang berada di Jl. Banteng - Blorok No. 18 RT. 01 / RW. 06, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar, Jawa Timur, Indonesia.
Monday, May 30, 2016

Touring Blitar Beach bersama Mojopahit Jeep Community


Tujuan diadakan touring, bukanlah pada tujuannya, tapi perjalanannya.

Touring Blitar Beach bersama Mojopahit Jeep Community - Sebelumnya, Mojopahit Jeep Community melakukan touring ke Malang, atau lebih tepatnya ke Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Kali ini, MJC, mengadakan touring ke Pantai Tambak Rejo, Blitar, Jawa Timur.

Acara tersebut, dimulai pada hari Sabtu, 28 Mei 2016, lalu. Sekitar pukul tiga sore, kami berangkat dari Mojokerto menuju ke arah Blitar. Jadi, rutenya adalah dari Mojokerto-Kediri-Blitar. Kami berkumpul untuk memberitahukan rute-rute dan himbauan kalau ada terjadi sesuatu yang menimpa anggota klub. Misalnya, ban bocor, mesin panas, dan  sebagainya. Dan, pembagian stiker serta bendera klub.

Benar saja, ketika sampai di Kediri, salah satu mobil anggota klub panas, sehingga kami berhenti semua.  Lalu, usai kendala mobil panas, ada lagi anggota klub yang kunci mobilnya patah, sehingga kami menunggu lebih lama.
Friday, May 27, 2016

City Tour : Mengintip Wajah Lain Surabaya di Kampung Lawas Maspati



Mengintip Wajah Lain Surabaya di Kampung Lawas Maspati - Saya mengenal Kota Surabaya itu sebagai surganya mal-mal yang menjulang ke langit-langit. Kota terbesar kedua setelah Jakarta, kota yang penuh dengan adek-adek pemakai kathok gemes. Tapi, siapa sangka, Surabaya punya wajah lain yang belum pernah saya jumpai.

Kampung Lawas Maspati, di sini saya menemukan wajah lain Surabaya, di tengah-tengah gedung-gedung megah itu.

Usai dari rumah-rumah bersejarah tersebut, (baca: Waroeng Omah Sejarah Soeroboyo ) kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Lawas Maspati. Ah, saya baru tahu mengenai kampung lawas ini. Padahal, saya seringkali pergi ke pasar buku bekas di dekat situ.

Sampainya kami di sana, kami disambut oleh orang-orang yang berpakaian adat. Kepala di tutupi dengan blankon dan bagian pinggul dililit jarik. Sambutan tak hanya sampai situ. Kami langsung disuguhi oleh pengamen jalanan yang berkostum hitam. Pengamen jalanan ini memainkan alat berupa kentongan dari bambu dan beberapa alat lainnya. Mereka pun masih sangat muda bahkan ada yang anak-anak.

City Tour: Waroeng Omah Sejarah Soeroboyo


Waroeng Omah Sejarah Soeroboyo - Surabaya, Sabtu 21 Mei 2016, kami blogger Surabaya diundang untuk mengikuti kegiatan City Tour yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Sebelumnya, kami (saya) diundang untuk rapat yang diadakan di Gedung Ex-Siola Surabaya untuk membahas acara City Tour tersebut. Akhirnya, kegiatan yang direncanakan tersebut terlaksanakan pada hari Sabtu pagi, pukul delapan diiringi gerimis manja di kota Pahlawan.

Usai mengisi data kehadiran, kami diberikan tanda pengenal sebagai peserta kegiatan city tour bagi komunitas blogger Surabaya. Awalnya, ada sebanyak 50 orang nama yang terlampir dalam undangan namun, yang hadir hanya sekitar 22 orang saja. Kami pun berangkat sekitar pukul sepuluh pagi, menggunakan bus pariwisata.
Monday, May 9, 2016

Mengunjungi Objek Wisata Situs Kerajaan Majapahit di Mojokerto


Mengunjungi Objek Wisata Situs Kerajaan Majapahit di Mojokerto
Kalau biasanya Bitter Sweet bahas tempat-tempat nongkrong dan jajanan, saya mau posting mengenai tempat wisata bersejarah di Mojokerto. Tentunya, teman-teman sudah menebak tempat apa itu. Seperti yang kita ketahui, Mojokerto dulunya adalah kerajaan Majapahit. Pastinya, di sini banyak peninggalan bersejarah. Seperti Candi Tikus, Kolam Segaran, dan banyak pengerajin patung juga loh.

Bagi teman-teman yang hanya sehari berada di Mojokerto, bisa loh melakukan perjalanan bersejarah dalam sehari saja. Seperti yang saya lakukan kemarin, dengan kakak dan adik saya.
Friday, May 6, 2016

3 Wisata Pantai Bali yang Ingin Saya Kunjungi


3 Wisata Pantai Bali yang Ingin Saya Kunjungi - Adalah Bali tempat kedua yang ingin saya kunjungi setelah Jogja. Kalau kemarin sudah pergi ke Jogja, kali ini saya mau berangan-angan ke mana tempat yang saya tuju ketika berada di Bali. Tentunya, sebelum pergi ke Bali, saya akan mempersiapkan diri dengan mencari hotel diBali yang murah. Setelah itu, saya akan mendaftar ke mana saja tujuan saya ketika di Bali. Nah, untuk itu, berikut adalah 3 Pantai yang ingin saya kunjungi ketika di Bali.
Wednesday, May 4, 2016

Menikmati Bento Murah Meriah di Suka-Suka Bento Mojokerto



Menikmati Bento Murah Meriah di Suka-Suka Bento Mojokerto - Berbicara soal makanan, emang nggak ada matinya. Mulai dari makanan di tepi jalan, warung kaki lima, abang-abang tukang bakso, fast food, angkringan, kafe, sampai restoran gede. Kalau niat menelisik apa saja kuliner yang ada di Mojokerto, ternyata banyak juga. Tidak hanya sekadar warung kaki lima. Di Mojokerto juga ada kedai Bento, loh. Ya, namanya Suka-Suka Bento atau mereka menyebutnya Sukben.
Sunday, May 1, 2016

Menikmati Minggu Pagi di Mojokerto



Menikmati Minggu Pagi di Mojokerto - Mungkin ada teman yang akan mampir ke Kota Mojokerto di akhir pekan. Dan, berencana untuk menghabiskan waktu beku untuk jalan-jalan. Enaknya, ke mana sih? Ada dua tempat yang seringkali menjadi tempat tujuan kami –warga Mojokerto- menghabiskan waktu beku untuk jalan-jalan, yaitu ke Benteng Pancasila dan Alun-alun Kota Mojokerto.

Dua tempat ini merupakan tempat yang fenomenal untuk dikunjungi di Minggu pagi. Actually, Benteng Pancasila atau Benpas dan Alun-Alun Mojokerto juga buka setiap malam. Entah itu di hari Minggu maupun hari biasa. Tapi, di Benteng Pancasila setiap Minggu pagi merupakan tempat untuk CFD alias Car Free Day.
Wednesday, April 27, 2016

Memilih Sepatu yang Nyaman Untuk Bepergian


Memilih Sepatu yang Nyaman Untuk Bepergian Kalau membicarakan mengenai perjalanan atau traveling, tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan. Apa saja yang akan kita bawa, sepatu apa yang harus kita kenakan, tas mana yang kita pakai, dan macam-macam. Ada beberapa orang yang menyiapkan segala keperluan tersebut jauh-jauh hari, ada pula yang menyiapkannya satu hari sebelum keberangkatan. Dan, saya adalah golongan terakhir.

Untuk memilih apa saja yang kita bawa dan pakai, yang tak kalah penting adalah kenyamanan. Terutama untuk masalah sepatu. Sepatu atau alas kaki apa yang harus dikenakan haruslah nyaman dan tidak membuat kaki lecet. Pengalaman ketika pergi ke Gunung Bromo, saya kelimpungan mencari sepatu. Karena, saat itu saya berada di Pare dan hanya membawa flat shoes dan sendal biasa. Akhirnya, setelah ke sana kemari, saya meminjam sepatu dari teman satu camp.
Thursday, April 21, 2016

Ayam Geprek Mbok Judes : Makan Enak Murah di Mojokerto


Ayam Geprek Mbok Judes : Makan Enak Murah di Mojokerto - Bagi saya kuliner itu nggak ada matinya. Apalagi, kuliner yang target pasarnya adalah anak-anak muda nan gaol *xoxo*. Sayangnya, di kota kecil saya ini tak banyak kuliner yang menjanjikan rasa dan harga murah. Kebanyakan sih, paling makan di KFC atau M2M sambil nongkrong. Tapi, tahu sendirilah, tempat makan dengan makanan cepat saji semacam itu masih tergolong makanan yang mahal. Belum lagi potongan PPn. 

Ternyata, di Mojokerto ada loh tempat makan enak dan murah meriah. Mana bisa nambah nasi, lagi! Hayooo, sudah pada tahu belum tempat ini? Menurut info, tempat ini hanya ada di Malang dan di Mojokerto. Tempat makan murah enak di Mojokerto itu ya Ayam Geprek Mbok Judes. Namanya unik ya?
Monday, April 18, 2016

Mengintip Pembuatan Bakpia Pathok 25

Mengintip Pembuatan Bakpia Pathok 25


Di mana ada awal, di situ pasti ada akhir. Di mana ada perjalanan, di situ pasti ada kata “Pulang”

Mengintip Pembuatan Bakpia Pathok 25 - Tidak terasa, akhirnya ini adalah catatan terakhir mengenai kunjungan saya ke Jogja Maret lalu. Waktu itu, saya sedikit menyesal karena tidak jalan-jalan sendirian. Sungguh. Saya lupa, kalau ada Go-Jek! *katrok*

Hari terakhir, saya pergi jalan-jalan dengan Nana, kawan saya yang saya kenal di Pare. Saya minta kepada dia, untuk mengantar saya ke tempat pembuatan Bakpia Pathok. Lalu, dia menyarankan untuk ke Bakpia 25. Saya mengiyakan.

Lokasi Bakpia 25, ada di daerah dekat Malioboro – diingat-ingat semua lokasi wisata dekat Malioboro -. Jadi, dari Jalan Malioboro, kami masuk ke arah kanan. Tidak jauh dari sana, ada deretan toko-toko Bakpia, tidak hanya Bakpia 25 saja. Kemudian, di salah satu toko tersebut, ada toko oleh-oleh Bakpia 25. Toko tersebut amat besar dan luas.

“Kamu mau beli langsung, atau lihat pembuatannya?”tanya Nana, waktu itu.

“Pembuatannya,”jawabku. Lalu, kami diberitahu oleh satpam di toko tersebut, kalau pembuatan Bakpia 25 masih lurus, lalu belok kanan. Ada sebuah plakat kecil menunjukkan jalan ke arah pembuatan Bakpia 25.

Wednesday, April 13, 2016

Icip-Icip Gudeg Yu Djum





Icip-Icip Gudeg Yu Djum - Hal yang paling saya sesalkan ketika mengunjungi House Of Raminten adalah lupa memesan nasi gudeg. Memang, saya pernah makan nasi gudeg. Tapi, gudeg tersebut saya beli di Surabaya. Saya belum pernah mencicipi yang langsung dari tanah kelahirannya, yaitu Yogyakarta. Untuk itu, saya meminta Rizky untuk mengantarkan saya ke penjual gudeg, dan Rizky mengajak saya ke Gudeg Yu Djum, yang berada di belakang kampus UGM.
Tuesday, April 12, 2016

Taman Lampion Jogjakarta : Kerinduan yang Tak Berujung


Taman Lampion Jogjakarta : Kerinduan yang Tak Berujung - Usai saya pergi ke House Of Raminten, saya mengajak Rizky ke Taman Lampion atau Taman Pelangi yang ada di Monjali alias Monumen Jogja Kembali. Taman Pelangi tersebut, berada di area sekitar munumen. Tepatnya, berada di  Dusun Jongkang, Sariharjo, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti biasa, untuk menuju Monjali kami mengandalkan Google Map. 

Sebenarnya, lokasi Monjali berada di tepi jalan raya - jalan besar- tapi, karena kalau melewati jalan raya, kami harus putar balik. Maka, Google Map memberikan arahan melewati jalan tikus, sehingga tanpa harus memutar. Terkadang, saya pikir Google Map semacam manusia saja, yang memberikan jalan kecil untuk kami. Sama halnya, ketika ke Angkringan Lik Man dulu.
Monday, March 28, 2016

Berkunjung ke House Of Raminten Yogyakarta

taken from wikimedia.org
Berkunjung ke House Of Raminten YogyakartaHouse of Raminten, pertama kali saya baca pada tulisan dari Mbak RedCarra. Di sana membahas mengenai House of Raminten, mengatakan bahwa rumah makan itu sangat kental dengan budaya Jawa. Nah, karena mendengar kata-kata budaya, saya pun berniat untuk mengunjunginya suatu saat ketika berkunjung ke Jogja. Dan, kemarin akhirnya saya pergi ke rumah makan ini! Yeah!

House of Raminten terletak di Jalan Faridan Muridan Noto No. 7, Gondo Kusuman, Kota Baru, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti biasa, saya ditemani Rizky sewaktu berkunjung ke rumah makan tersebut. Ketika kaki saya menginjakkan di lantai warung makan, saya sudah mencium wewangian semacam menyan atau bunga-bunga untuk nyekar ya? Dan, di depan pintu masuk sudah terdapat tatanan bunga-bunga itu.

Kami disambut oleh seorang mas-mas yang menunjukkan di mana kami bisa duduk. Kami memilih tempat duduk di lantai dua. Hampir semua bangunan dari House of Raminten terbuat dari kayu yang dikelir coklat matang, mengkilap. Saat kaki kami menapaki anak tangga, terdengar bunyi kriut yang menyenangkan.
Thursday, March 24, 2016

Trip Jogja 3: Mencicipi Angkringan Kopi Joss Legendaris


Mencicipi Angkringan Kopi Joss Legendaris - Jogja terkenal dengan kota pelajar, Malioboro, Transjogja, Gudeg, dan tentunya angkringan. Bagi saya pribadi, yang membuat saya selalu ingin kembali ke Jogja adalah angkringannya. Angkringan, berarti sego kucing, sate usus, sate ayam, sate kepala ayam, dan kopi.

Kalau teman-teman kepo mengenai angkringan di Jogja, pastinya teman-teman akan mendapatkan rekomendasi untuk mencicipi angkringan Kopi Joss atau yang lebih dikenal dengan angkringan Lik Man. Menurut sumber yang saya dapatkan, angkringan Lik Man merupakan pelopor angkringan kopi joss pertama. Sehingga, harga makanan di situ relatif murah ketimbang dengan angkringan kopi joss lainnya. 

Angkringan kopi Joss terletak tak jauh dari Jl. Malioboro dan ST. Tugu. Bukan tidak jauh lagi, tapi memang berdekatan. Nah, di hari ketiga saya di Jogja, saya pergi ke angkringan Kopi Joss, dan ingin mencicipi angkringan Lik Man yang legendaris itu. Sayang banget, toh, sudah jauh-jauh ke Jogja tapi nggak ngopi, orang saya suka ngopi sambil makan sate usus.

Dan, malam itu kami pun berkelana ke Jl. Wongsodirjan, Yogyakarta yang ternyata tidak jauh dari Jl. Malioboro. Iya, kali pertama ke sana sama sekali tidak tahu kalau tempat itu bersebelahan dengan Malioboro dan stasiun Tugu. Halah, ternyata ya di situ-situ saja. Padahal saya dan Rizky agak kebingungan waktu itu. Maklum, lagi-lagi mengandalkan google map.
Wednesday, March 23, 2016

Trip Jogja 2 : Menikmati Lezatnya Markobar Seturan Hingga Potongan Terakhir


Menikmati Lezatnya Markobar Seturan Hingga Potongan Terakhir -Hari kedua saya di Jogja, saya pergi ke Markobar Seturan. Itu loh, martabak delapan rasa yang dirintis oleh Gibran, anak dari Pak Jokowi. Sudah sejak lama saya ingin mencicipi nikmatnya, lezatnya, markobar ini. Apalagi, ketika saya melihat di linimasa berseliweran foto martabak delapan rasa ini. Tentu, semakin membuat air liur saya meleleh. Akhirnya, tanggal 15 Maret kemarin saya on the way ke Seturan dari daerah Demangan.

Dari daerah Demangan menuju Seturan, kami dituntun oleh google map hingga sedikit nyasar-nyasar, karena saya yang rada oon membaca peta. Halah, padahal semudah itu, tapi saya masih salah saja *xoxo*.
Monday, March 21, 2016

Pameran Seni Rupa Gerhana Matahari di Yogyakarta



Pameran Seni Rupa Gerhana Matahari di Yogyakarta -Akhirnya, setelah tiga tahun lamanya saya menginjakkan kaki kembali ke kota kenangan, ah, yang saya maksud adalah Jogja. Saya menyebutnya kota kenangan, padahal saya belum pernah menggoreskan kisah di sana. Hanya sekadar angan-angan dan ketika membuat sebuah cerita, Jogja tak pernah luput dari kisah yang saya tuliskan. Dan, akhirnya seminggu yang lalu, saya berangkat ke sana, menggunakan kereta ekonomi yang nyaman.
Fenomena gerhana matahari yang terjadi beberapa hari yang lalu, nampaknya masih membekas di Jogjakarta. Hal ini terbukti dengan adanya pameran seni rupa gerhana matahari yang berlangsung antara tanggal 11-20 Maret 2016. Sampai artikel ini saya terbitkan, tentunya pameran seni tersebut telah usai. Saya bersyukur bisa menikmati karya-karya yang luar biasa tersebut, ketika di sana. Ah, saya selalu kagum dengan seniman.
Tuesday, February 16, 2016

Pengalaman Menginap di POP! Hotel Diponegoro Surabaya



Pengalaman Menginap di POP! Hotel Diponegoro Surabaya - Sabtu, 13 Februari 2016, saya dan Mbak Tikha memanfaatkan voucher menginap gratis untuk sehari di POP! Hotel Diponegoro, Surabaya. Sebenarnya, voucher menginap gratis ini didapatkan Mbak Tikha dari acara launching  POP! Hotel Diponegoro, Surabaya sekitar satu bulan yang lalu. Karena voucher baru bisa digunakan antara bulan Februari dan Maret, maka kami baru menggunakan Sabtu kemarin.

Proses sebelum akhirnya, deal menginap di POP! Hotel cukup pelik. Satu minggu sebelum menginap, kami harus konfirmasi terlebih dahulu ke pihak hotel, agar kamar tersedia ketika kami datang. Mbak Tikha, mengkonfirmasi hal tersebut pada hari Senin kemarin, tepatnya 8 Februari 2016. Sayangnya, pihak hotel tidak langsung bisa mengiyakan keinginan kami, sehingga kami harus menunggu konfirmasi lanjutan. Pihak hotel berkata akan menghubungi, sayangnya tidak ada telepon lagi. Sampai akhirnya, Mbak Tikha harus menghubungi pihak hotel kembali untuk kedua kalinya. Lalu, pada konfirmasi terakhir, Mbak Tikha diminta mengirimkan foto voucher yang didapatkannya melalui WA, tapi tidak diberitahu nomor WA-nya *xoxo*.
Tuesday, February 9, 2016

Minggat Bareng Mojopahit Jeep Community: Mengakhiri Perjalanan Di Pantai Gua China



Minggat Bareng Mojopahit Jeep Community: Mengakhiri Perjalanan Di Pantai Gua ChinaWeekend kemarin merupakan akhir minggu yang cukup panjang, karena pada hari senin kemarin merupakan hari libur. Jadi, tak heran jika banyak orang-orang berhamburan di jalan raya untuk menikmati hari libur dengan menghabiskan waktu di wisata yang menyebar di Indonesia. Salah satunya, wisata pantai Selatan, Malang, Jawa Timur.

Setelah bermalam di Pantai Balekambang, kami - rombongan Mojopahit Jeep Community (red: MJC)- melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua, yaitu Pantai Gua China. Setelah perundingan yang cukup alot, ke mana kami akan pergi, akhirnya keputusan terakhir tetap di Pantai Gua China. Karena memang sejak awal, tujuan utama kami adalah pantai ini.
Monday, February 8, 2016

Minggat Bareng Mojopahit Jeep Community: Pesona Pantai Balekambang, Malang, Jawa Timur



Minggat Bareng Mojopahit Jeep Community: Pesona Pantai Balekambang, Malang, Jawa Timur - Sabtu, 06 Februari 2016, arek-arek komunitas jeep Mojokerto mengadakan touring bareng ke pantai selatan, Malang, Jawa Timur. Saya sendiri, bukan asli anggota komunitas tersebut, tetapi Mas yang ikutan. Jadi, singkat cerita saya ikutan touring ke Malang, malam minggu kemarin.

Sedikit cerita mengenai Mojopahit Jeep Community, ini merupakan sebuah komunitas untuk pecinta mobil jeep, baik mobil taft, maupun katana, untuk warga Mojokerto dan sekitarnya. Tidak hanya di Mojokerto sih yang punya komunitas ini, tapi juga Jombang dan saya yakin setiap daerah punya komunitas pecinta mobil jeep.

Sekitar pukul dua belas siang, saya dan Mas berkumpul di daerah Kutorejo. Kami di sana cukup lama untuk menunggu beberapa anggota Mojopahit Jeep Community (red: MJC) tiba. Kira-kira pukul empat sore, kami mulai berangkat ke Malang lewat jalur Trawas, Tretes, lalu Pandaan. Saat sampai di daerah Trawas kami berhenti karena jeep yang ditumpangi salah satu anggota mogok. Kami berhenti cukup lama, sekitar satu jam lebih sampai pada akhirnya, pemilik mobil tersebut memutuskan untuk mundur. Ya, sayang sekali memang, tapi mungkin mumpung perjalanan belum jauh.